0 comments

Sewaktu anda membaca judul di atas mungkin anda beranggapan bahwa saya akan mengatakan cinta kepada seseorang yang saya cintai dan mengirimkan pesan-pesan romantis yang mampu membuatnya jatuh cinta kepada saya. Jikalau anda beranggapan demikian, maka saya berhasil menipu anda dengan judul di atas. Tulisanku kali ini lebih mengarah pada sosok-sosok yang sangat membutuhkan "cinta" kita, sosok yang ingin hidup setara dengan anda dan ingin merasakan "tangan halus" dan "ciuman kasih sayang" kalian. Tulisanku kali ini tidak pernah bermaksud menggurui anda atau bahkan membuat anda melihat saya sebagai sosok yang sok sosialis, tapi dengan tulisan ini saya berharap kita setidaknya bersama-sama memberikan "cinta" kita dan setidaknya menciptakan senyum di wajah mereka.

  • Maukah kamu mencintaiku dengan penyakitku? AIDS (Acquired Immuno Deficiency syndrom) adalah sebuah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh kita akan rentan terhadap segala macam penyakit. AIDS dianggap sebagai salah satu penyakit yang mematikan dan hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Menurut data dari PBB, jumlah penderita AIDS di seluruh dunia diperkirakan mencapai 40 juta orang (VOAnews.com-22 Nov.2005), sungguh jumlah fantastis buat sebuah penyakit.  Di Indonesia sendiri, jumlah penderita AIDS diperkirakan mencapai 130 ribu orang (ANTARA News, 19 Nov.2009).Menilik dari data di atas, kita semestinya waspada dan berusaha mencegah terjadinya penyebaran penyakit itu lebih lanjut. Namun usaha itu terkadang disertai dengan mencemooh bahkan mengucilkan mereka (penderita AIDS) dari pergaulan masyarakat. Informasi yang kurang tepat mengenai penyakit HIV/AIDS, membuat masyarakat menjauhkan diri dari penderita karena mereka takut tertular jika berdekatan dengan para penderita HIV/AIDS. Di samping itu, stigma yang berkembang di masyarakat bahwa penyakit ini berasal dari perbuatan amoral dan tidak bertanggung jawab penderitanya menambah faktor kebencian masyarakat atas penderitanya. Para penderita seakan dicabut hak asasinya dan terkadang mendapatkan perlakuan semena-mena masyarakat. Sungguh miris melihat ini, kita yang dilahirkan sederajat, harus menjadi berbeda karena sebuah penyakit.Mengutip pernyataan Sekretaris Komite Penangulangan AIDS (KPA), Dr. Farid HUsain (TEMPO Interaktif, 12 November 2002), "HIV bukan kasus moral, tapi ini adalah masalah kesehatan." Dari sinilah saya ingin bertanya pada anda dan diri saya sendiri, bisakah mereka mendapat cinta dari kita?
  • Maukah kamu mencintaiku dengan tanganku menengadah?? Dibenak setiap orang, tidak terlintas dalam pikiran mereka untuk menjadi miskin. Tidak munafik jika kita semua di dunia ini mengharapakan menjadi orang kaya dan memperoleh penghidupan yang layak. Namun, keadaan berkata lain pada sebahagian besar orang. Mereka harus hidup terlunta-lunta dan mengharapkan belas kasihan orang lain demi sesuap nasi. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik RI, DR. RUsman Heriawan (Tribunnews.com-Kamis, 1 Juli 2010), jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 31,02 juta jiwa. Sungguh jumlah yang besar mengingat sebenarnya negara kita adalah salah satu negara tersubur di dunia. Tapi mengapa taraf kehidupan masyarakat kita tidak pernah meningkat. Pantaslah jika mereka buta aksara karena mereka tak mampu lagi bersekolah. Pantaslah jika jumlah kriminalitas meningkat karena tuntutan hidup "merongrong" diri mereka. Pantaslah banyak warga yang sakit karena mereka tak mampu membiayai rumah sakit. Pantaslah mereka sedih karena  hanya sedikit wakil rakyat mereka yang "menoleh" pada mereka. Ditambah lagi, denagn adanya pasal 40 pada BAB 8 mengenai ketertiban sosial yang melarang kita memberikan uang pada fakir miskin dan membeli barang dari pedagang asongan. Sungguh disayangkan denagn adanya aturan ini,disaat kita ingin berbuat baik kita terbentur oleh hukum yang diciptakan oleh aparatur negara kita. Menilik hal tersebut, masih adakah setidaknya sekeping uang 500 yang dapat kita berikan pada mereka?masih adakah rasa iba dalam hati kita semua?masih patutkah mereka mendapatkan cinta dari kita?
  • Maukah kamu mencintaiku dengan memberikanku tempat tuk peristirahatan terakhirku? Kisah ini saya kutip dari sebuah thread di kaskus dengan alamat http://www.kaskus.us/showthread/.php?t=4968668. Kisah perjuangan seorang ayah yang harus menguburkan anaknya yang telah meninggal akibat penyakit muntaber dengan berjalan 10 km karena tak mampu menyewa mobil ambulans.Kisah berawal dari Supriono (seorang pemulung) yang membawa anaknya, Khaerunnisa" yang telah meninggal ke stasiun KRL dengan menggunakan gerobak tanpa ditutupi oleh sehelaikain kafan karena uang yang ia miliki hanya tinggal sekitar 6 ribu rupiah. Ia bermaksud memakamkan si kecil di Kampung kramat. Akan tetapi, ia terpaksa diturunkan dan dibawa ke kantor polisi karena ditakutkan anak tersebut adalah korban kejahatan. Sesampainya di kantor polisi, Supriyono bersikeras bahwa anaknya meninggal karena penyakit muntaber. Namun, polisi menyuruhnya membawa anaknya  ke RSCM untuk diotopsi. Sesampainya di RSCM, Supriyono harus menunggu anaknya diotopsi dan menunggu keluarnya surat permintaan pulang dari RSCM. Perjuangan Supriyono tidak berhenti sampai disitu, setelah menunggu beberapa jam, akhirnya anaknya diperbolehkan dibawa pulang. Bukan karena proses otopsinya telah selesai, melainkan karena ia tidak mampu menyewa mobil ambulans Akhirnya Supriyono pun membawa anaknya dengan berjalan kaki dengan sumbangan seadanya menuju Bogor. Membaca kisah tersebut di atas, aku hanya berpikir apakah hati nurani para pejabat serta pegawai pemerintah telah mati atau mereka hanya mengikuti sistem yang berlaku?? Sungguh miris memang, tapi sekali lagi inilah yang terjadi di negeri kita. Dengan kisah tersebut di atas, kubertanya pada diri anda dan diriku sendiri, masih patutkah mereka menerima cinta dari kita? Cinta untuk seseorang yang hanya mengharapkan tempat yang tenang untuk peristirahatan terakhirnya. (p.m)

0 comments

Kamu

Lebih dari empat musim berganti
Namun wajahmu seakan
menjadi bayang senja
yang tak akan terhapus
oleh bayang-bayang sang malam

Kamu telah menghiasi hari-hariku
Kamu pulalah yang menjadi inspirasi
beribu macam goresan tanganku
Dan kamu pulalah tetesan air hujan
yang membasahi jiwaku yang gersang ini

Namun kutahu kuhanya
menjadi serpihan kaca kecil
bukan menjadi cermin bagimu
Namun kutahu
kuhanya kerikil kecil
bukan menjadi bata tuk rumahmu

Kamu membuatku bingung
Tiga kali kamu mengatakan suka
Tiga kali pula kamu membuangku jauh
Dan tiga kali pula kamu menipuku
dengan rasa sayang yang semu

Sungguh!
Kubingung dengan semua ini
Apakah ciumanku tuk keningmu
telah tersapu dengan hujan yang
membasahimu??
Apakah ciumanku tuk pipimu hanya
menjadi penghangat sementara dalam hidupmu?

Sungguh!
Kuingin kamu tahu
walau ksatria putih itu telah muncul
tuk dirimu
kuakan menunggumu tuk menjadi
bagian dari istana kecilku (p.m)

0 comments

Wanita Baik Itu.........

Wanita baik itu jelek
Karena wanita baik
Memiliki kecantikan layaknya Cleopatra
dalam hatinya

             Wanita baik itu tertutup
             Karena pesona tubuhnya
             Hanya untuk suaminya
             Seperti seorang muslimah
             calon penghuni  surga

Wanita baik itu egois
Karena dia tak ingin berbagi
kesedihannya dengan orang lain
Ia senantiasa tersenyum layaknya Lady Diana

              Wanita baik itu bodoh
              Melihat lelaki dari hatinya
              Seperti Belle untuk Beast

Wanita baik itu pembohong
Senantiasa berbohong demi kebahagiaan orang lain
Layaknya seorang ibu yang rela kelaparan
Demi anak-anaknya; Dan

                Wanita baik itu lemah
                Senantiasa berada di antara orang-orang lemah
                Membantu dan menjaga mereka
                Layaknya seorang Bunda Theresa (p.m)
                                                           

0 comments

Karena Aku Adalah Sastra (Puisi berbalas)




Jangan panggil aku dengan namaku, panggil aku, sastra
Karena kadang aku ingin membuat diriku sendir

Karena aku adalah sastra,
Toreh nadi kiriku,
Kau akan lihat darah kahlil gibran,
Sedang yang kanan,
Akan mengalir darah laila majnun.

Tatap kehidupanku baik-baik,
Karena shakespeare pun akan menangis melihatnya..

Karena dirimu adalah sastra,
Tawamu adalah pagi dan tangismu adalah malam,
Yang menggenggam matahari dan bintang sebgai kekuatan.

Hidupmu tidaklah baik-baik saja
Sebab hujan telah membantumu melahirkan goresan kata.

Karena aku adalah sastra,
Sedang bayangku adalah hujan,

Dan hidup ini akan kulalui,
Walau nanti aku jadi gila.

Karena dirimu adalah sastra,
Katamu kan bermetamorfosa menjadi nada,
Mengalunkan tentang keindahan juga ketakutan.

Mereka mungkin akan menyebutmu gila,
Namun kegilaan seorang sastra adalah sebuah nyanyian.

Karena aku adalah sastra,
Dari metamorfosa yang tak sempurna,
Ketakutan dan kegilaannya menyempurnakanku,

Dengar baik-baik,
Apakah nyanyian itu membuatmu tertidur,
Ataukah ia adalah tangisan anak bayi?

Karena dirimu adalah sastra,
Ketakutan dan kegilaan hanyalah potongan dari puzzle kesempurnaan,
Masih ada sunyi dan rasa dingin yang akan melengkapinya

Siapakah dirimu?
Nyanyian seperti ini tak akan mampu membuatku terlelap,
Sebab ia bukanlah suara ibuku dan bukan pula tangis anak bayi,
Namun nyanyian ini telah melemparku jauh kesudut ruang tanya
Apakah aku juga akan menjadi gila?

Karena aku adalah sastra,
Dan kegilaan adalah kesempurnaan bagiku.

Ya,
Karena drimu adalah sastra...

0 comments

Cerita Lelaki Tua



Lelaki tua itu hanya ingin membuatnya tersenyum,
Dan ingin menari bersamamu diatas aspal panas itu,
Merasakan keringat yang jatuh meluncur dengan bebas di bawah leher kekasihnya


Lelaki tua itu tersenyum melihat sepatunya yang berserakan dibawah kasur,
Memalingkan wajah, seorang perempuan tua tertidur lelap.
Berbaring dan memeluk sang perempuan dari belakang dan membelainya,
Berbisik. "aku masih mencintaimu sama seperti saat aku pertama kali mengenalmu dulu”


Anak kecil berlari kecil dan menatap langit yang ia tak tahu apa sebenarnya langit,
dia tersenyum dan bertanya pada ayahnya,
"Ayah, kenapa langit cerah saat ini",
Karena sekarang disana ibumu tinggal dan dia ingin melihatmu dengan jelas saat ini


Bagaimana mungkin aku melupakanmu saat kau sudah bagian dari otakku,
Mana mungkin aku meninggalkanmu saat kau sudah menyatu dengan bayanganku,
Mana mungkin aku bisa membencimu saat kau sudah menjadi alasan kenapa jantungku berdetak?!


Wajahmu masih saja mendekam di otakku,
sedang suaramu belum juga berhenti terngiang tepat di gendang telingaku,
bahkan aroma tubuhmu terus tak mau hilang di hidungku,
walai mataku sudah tak bisa lagi menikmatim.


Bila nanti aku tak ada di dunia ini lagi, siapa nanti yang akan mengirimkanku karangan bunga?

0 comments

hanya pagi

Pagi ini aku ingin bercerita tentang sebuah bulan yang tiba-iba auh dari langit dan mengenaiku tepat diantara kedua pahaku,,kata orang,,aku beruntung bila aku kejatuhan bulan,,tapi kalau bulan it betul-betul menimpaku,,apakah aku haris bersyukur atau mengaduh kesakitan..
mungkin surat pertama yang akan kau tulis ini tak sesempurna tulisan para maestro cinta yang sudah menari diatas tubuh pecintanya,,berlenggak-lenggok mengikui irama musik arab padang pasir,,tapi yang ingin aku katakan pada setiap pecinta..bulan yang indahpun terkadang menyakitkan..
aku mulai menulis dan menghiasi lembar ini hanya unuk menyenangkan sesuatu yang tak bisa kusebut disini..
hanya itu

0 comments

Perempuan Hujan #2

http://i870.photobucket.com/albums/ab269/thiyarenjana/Hujanku/rn21.gif
Menunggu hujan bersanding denganku lagi malam nanti,
entah esok atau lusa,
aku akan meminang hujan


Hujan datang menyapaku siang ini.
kami bercinta sampai puas,
hingga rembesan yang kau cium saat ini adalah sisa percintaan kami
hujan menyapaku sore ini,
menyamarkan halo menutup cahaya matahari.


Hujan menyapaku menyapaku sore ini,
menyamarkan gelap yang mendekat.
Hujan menyapaku sore ini,
menggerayangi tubuhku


Matahari jatuh dan malam menerkam,
hujan pun tak kunjung datang,
harus merindu pada senja ataukah pagi sudah siap menjamahku?


Kantuk datang dan hujan mulai menghilang,
tertelan malam dan tersendiri,
merindukan hujan,
merindukan rintik,
merindukan tetesnya,
haruskah aku bertanya tentang kepergiannya?
akankah hujan akan membangunkanku esok hari dan memperlihatkan pelangi?


Ingin pergi ke pangkuan hujan,
karena badai telah menyapaku dari kemarin,
dan petir sudah lelah menjilat tubuhku.


Hujan,
jangan perlihatkan pelangi,
tetaplah rintik


Hujan masih saja bersembunyi tak mendengar,
sengaja atau tidak,
dia tetap tak ada disini


Hujan itu bersembunyi,
tapi aku tahu dimana letak awan